Potensi Vermisidal Infusa Biji Buah Merah (Pandanus conoideus), Rumput Kebar (Biophytum petersianum) dan Kulit Buah Pinang (Areca catechu) terhadap Ascaridia galli secara In Vitro

Vermicidal Potential of Infusion of Red Fruit Seeds (Pandanus conoideus), Kebar Grass (Biophytum petersianum) and Areca Nut Skin (Areca catechu) against Ascaridia galli in Vitro

Main Article Content

Rizki Arizona
Dwi Nurhayati
Abdul R. Ollong
Priyo Sambodo

Abstract

Abstract

This study aimed to determine the vermicidal potency of the infusion of Buah Merah seeds, Rumput Kebar and betel nut peels against Ascaridia galli in chickens and body length of male and female A. galli. Dry test materials (5%, 10% and 15% for each concentration) were immersed in 100 ml of distilled water and incubated at 90 °C for 15 minutes. The solution was filtered using filter paper, and the filtrate was used in the treatment. Three active worms that obtained directly from chicken intestines were placed in 15 cm Petri dishes containing 25 ml of each treatment and control solution. Five replications were performed for each treatment. Observations were made 8 hours after treatment for paralysis and worm death. Measurements of the body length were made from the anterior end to the posterior end of the worm using a ruler. Observational data were processed using Anova, the significant difference was continued by the Tukey HSD test (P<0.05) with SPSS 16.0. Conclusion: all the materials used in this study have potential as anthelmintics against A. galli and the highest dose of rumput Kebar infusion is the best vermicidal. The body length of female A. galli is longer than of the male.

Keywords: Betel nut peels; Buah merah seeds; Infusion; Rumput kebar; Vermicidal

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi vermisidal infusa biji Buah Merah, Rumput Kebar dan kulit buah Pinang terhadap Ascaridia galli pada ayam dan ukuran panjang tubuh A. galli jantan dan betina. Bahan uji kering (5%, 10% dan 15% untuk masing-masing konsentrasi) direndam dalam 100 ml aquadestillata dan diinkubasi pada suhu 90 °C selama 15 menit. Larutan disaring menggunakan kertas saring, dan filtratnya digunakan dalam perlakuan. Tiga cacing yang aktif bergerak yang diperoleh langsung dari usus ayam, ditempatkan dalam cawan Petri berukuran 15 cm yang berisi 25 ml masing-masing larutan perlakuan dan kontrol. Dilakukan lima ulangan untuk setiap perlakuan. Pengamatan dilakukan 8 jam setelah perlakuan terhadap paralisis dan kematian cacing. Pengukuran dilakukan dari ujung anterior ke ujung posterior cacing menggunakan penggaris. Data hasil pengamatan diolah menggunakan Anova, perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji Tukey HSD (P<0,05) dengan SPSS 16.0. Kesimpulan: seluruh bahan yang digunakan pada penelitian ini memiliki potensi sebagai anthelmintik terhadap A. galli dan dosis tertinggi infusa rumput Kebar merupakan vermisidal yang paling baik. Panjang tubuh A. galli betina lebih panjang dari pada jantan.

Kata kunci: Biji buah merah; Infusa; Kulit buah pinang; Rumput kebar; Vermisidal

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles
Author Biographies

Rizki Arizona, Universitas Papua, Manokwari. Indonesia

Fakultas Peternakan, Universitas Papua, Jl. Gunung Salju, Amban, Manokwari, Papua Barat, 98314

Dwi Nurhayati, Universitas Papua, Manokwari. Indonesia

Fakultas Peternakan, Universitas Papua, Jl. Gunung Salju, Amban, Manokwari, Papua Barat, 98314

Abdul R. Ollong, Universitas Papua, Manokwari. Indonesia

Fakultas Peternakan, Universitas Papua, Jl. Gunung Salju, Amban, Manokwari, Papua Barat, 98314

Priyo Sambodo, Universitas Papua, Manokwari. Indonesia

Fakultas Peternakan, Universitas Papua, Jl. Gunung Salju, Amban, Manokwari, Papua Barat, 98314

References

Adams C, Rohlf J and Slice D. 2004. Geometric morphometrics: ten years of progress following the “revolution”. Italian Journal of Zoology. Rome.
Anderson M. 1994. Sexual selection. Princeton. Princeton University Press. New Jersey.
Athanasiadou S, Almvik M, Hellström J, Madland E, Simic N and Steinshamn H. 2021. Chemical analysis and anthelmintic activity against Teladorsagia circumcincta of nordic bark extracts in vitro. Front. Vet. Sci. 8:666924. doi: 10.3389/fvets.2021.666924.
Ayomi AFM. 2015. Buah Merah (Pandanus conoideus) terhadap penyerapan zat besi (Fe) dalam duodenum. J Agromed Unila. 2(2): 90-93.
Cámara-Leret R, Frodin DG and Adema F. 2020. New Guinea has the world’s richest island flora. Nature 584, 579–583. https://doi.org/10.1038/s41586-020-2549-5
Daryatmo J, Hartadi H, Orskov ER, Adiwimarta K. and Nurcahyo W. 2010. In vitro screening of various forages for anthelmintic activity on Haemonchus contortus eggs. Adv. Anim. Biosci., 1: 113.
Harbone J. 1987. Metode Fitokimia: Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan. Terjemahan oleh Padmawinata K, Soedira I. Penerbit Institut Teknologi Bandung. Bandung
Hoste H, Jackson F, Athanasiadou S, Thamsborg SM and Hoskin SO. 2006. The effects of tannin-rich plants on parasitic nematodes in ruminants. Trends in Parasitology. 22(6): 253-261.
Fauzi NI. 2013. Perbandingan infeksi dan morfologi Ascaridia galli pada ayam kampung (Gallus gallus domesticus) dan burung merpati (Columba livia). Skripsi. http://etd.repository.ugm.ac.id/home/detail_pencarian/61199.
Mikan dan Runtuboi YY. 2019. Pemanfaatan jenis tumbuhan sebagai obat tradisional berbasis ethnomedical knowledge pada masyarakat Suku Mandobo. Jurnal Kehutanan Papuasia 5 (1): 49–55.
Mubarokah WW, Kurniasih K, Nurcahyo W dan Prastowo J. 2019a. In vitro development of Ascaridia galli eggs into infective eggs and larvae of stadium 2 (L2). Jurnal Kedokteran Hewan. 13(1): 15-18.
Mubarokah WW, Kurniasih K, Nurcahyo W dan Prastowo J. 2019b. Pengaruh in vitro infusa biji buah Pinang (Areca catechu) terhadap tingkat kematian dan morfometri Dewasa. Jurnal sain Veteriner. 37(2): 166-171.
Sambodo P, Prastowo J dan Indarjulianto S. 2012. Aktivitas larvisidal ekstrak ethanol rumput kebar (Biophytum petersianum Klotzsch) terhadap Aedes aegypti. 7(1): 8-10.
Sambodo P, Prastowo J, Kurniasih K and Indarjulianto S. 2018. In vitro potential anthelmintic activity of Biophytum petersianum on Haemonchus contortus. Veterinary World, 11(1): 1-4.
Sambodo P, Prastowo J, Kurniasih K, Mubarokah W and Indarjulianto S. 2020. In vivo efficacy of Biophytum petersianum on Haemonchus contortus in goats. Adv. Anim. Vet. Sci. 8(3): 238-244.
Santoso B, Kilmaskossu A dan Sambodo P. 2006. Manipulasi Fermentasi dengan Rumput Kebar (Biophytum sp) untuk Meningkatkan Penggunaan Nitrogen pada Ternak Kambing: Uji Lapangan. Laporan Akhir Riset Pengembangan Kapasitas (RPK) Tahun 2006. FPPK UNIPA.
Santoso B., Kilmaskossu A., dan Sambodo P. 2007. Effects of saponin from Biophytum petersianum Klotzsch on ruminal fermentation, microbial protein synthesis and nitrogen utilization in goats. Anim. Feed Sci. Technol.137: 58 -68.
Satriadi T. 2011. Kadar tanin biji pinang (Areca catechu L.) dari Pleihari. Jurnal Hutan Tropis Volume 12(32): 132-135.
Sundari I. 2010. Identifikasi senyawa dalam ekstrak etanol biji buah merah (Pandanus conoideus Lamk.). UNS-FMIPA Jur. Kimia-M.0305036-2010.
Susiarti S dan Rahayu RD. 2003. Pemanfaatan tumbuhan dalam kehidupan masyarakat Suku Muyu Di Desa Soa dan sekitarnya, Merauke, Papua. Benta Biologi. 6(5): 705-711.
Tanveer ST, Shazia A and Chishti MZ. 2015. Morphological characterization of nematodes of the genera Capillaria, Acuaria, Amidostomum, Streptocara, Heterakis, and Ascaridia isolated from intestine and gizzard of domestic birds from different regions of the temperate Kashmir valley. J Parasit Dis. 39(4): 745–760.
Vercruysse J and Claerebout E. 2014. Mechanisms of Action of Anthelmintics. MSD Veterinary Manual. Merck & Co., Inc., Kenilworth, NJ, USA.
Wang CK and Lee WH. 1996. Separation, characteristics, and biological activities of phenolics in areca fruit. J. Agric. Food Chem. 44: 2014-2019.
Widayati I, Nurhayati D dan Baaka A. 2021. Uji aktivitas antelmintik perasan dan infusa Rumput Kebar (Biophytum petersianum Klotzsch) terhadap cacing Ascaridia galli secara In Vitro. Jurnal Sain Veteriner, 39(2): 99-103.
Yuli Widiyastuti dan Tri Widayat. 2013. Inventarisasi tanaman obat di Kabupaten Jayapura Propinsi Papua. Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia. 6(2): 116-126.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>