Pelatihan peremajaan kakao berbasis grafting pada petani Mujir Aibone Ransiki Manokwari Selatan

Grafting-based cocoa rejuvenation training For Mujir Aibone Farmers In Ransiki Manokwari

Authors

  • Antonius Suparno Universitas Papua, Manokwari, Indonesia
  • Trisday Parari Universitas Papua, Manokwari, Indonesia
  • Saraswati Prabawardani Universitas Papua, Manokwari, Indonesia
  • Sutiharni Universitas Papua, Manokwari, Indonesia
  • Nouke L. Mawikere Universitas Papua, Manokwari, Indonesia
  • Baso Daeng Universitas Papua, Manokwari, Indonesia
  • Alce I. Noya Universitas Papua, Manokwari, Indonesia
  • Purbokurniawan Universitas Papua, Manokwari, Indonesia
  • Elda K. Paisey Universitas Papua, Manokwari, Indonesia
  • Ratna Ningsi Universitas Papua, Manokwari, Indonesia
  • Zarima Wibawati Universitas Papua, Manokwari, Indonesia
  • Nurlailah Universitas Papua, Manokwari, Indonesia
  • Darius Dare Universitas Papua, Manokwari, Indonesia
  • Sudi Febrianto Universitas Papua, Manokwari, Indonesia
  • Gabriella Litaay Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.46549/igkojei.v7i2.620

Keywords:

Cocoa, Grafting, Productivity, Rejuvenation, Training, Kakao, Pelatihan, Peremajaan, Produktivitas

Abstract

ABSTRACT  

Cocoa (Theobroma cacao L.) is an important plantation commodity in Indonesia, including West Papua, but its productivity at smallholder level remains low due to suboptimal crop management, use of low-performing planting materials, and aging trees. This community service program aimed to improve farmers' capacity to rejuvenate old cocoa stands through grafting techniques. The activity was conducted on July 17, 2025, in the cocoa field of a member of the Mujir Aibone farmer group, Ransiki, South Manokwari Regency, and implemented through short lectures, field demonstrations, and supervised hands-on practice of side and top grafting. The results showed high participation and strong enthusiasm among farmers, most of whom had no prior experience with grafting. Follow-up evaluation two weeks after training indicated an average grafting success rate of 80%, suggesting that this technique is feasible and promising for accelerating cocoa rejuvenation and supporting productivity improvement in smallholder plantations. 

Keywords: Cocoa; Grafting; Productivity; Rejuvenation; Training

 

ABSTRAK  

Tanaman kakao (Theobroma cacao L.) merupakan komoditas perkebunan penting di dunia maupun Indonesia, termasuk Papua. Namun, produktivitas kakao rakyat masih relatif rendah akibat teknik budidaya yang belum optimal, penggunaan bahan tanam nonunggul, serta dominasi tanaman tua yang telah melewati masa produktif. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah peremajaan melalui teknik grafting dengan memanfaatkan entres dari varietas atau klon unggul nasional. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menerapkan sambung samping dan sambung pucuk pada tanaman kakao dewasa untuk mempercepat peremajaan kebun. Metode pelaksanaan meliputi ceramah singkat, demonstrasi lapang, dan praktik langsung di kebun petani. Kegiatan dilaksanakan pada 17 Juli 2025 di kebun anggota Kelompok Tani Mujir Aibone, Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, Provinsi Papua Barat. Hasil pengabdian menunjukkan minat dan partisipasi petani yang tinggi, serta peningkatan kemampuan peserta dalam mempraktikkan teknik sambung samping dan sambung pucuk.

Kata kunci: Grafting; Kakao; Pelatihan; Peremajaan; Produktivitas

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Antonius Suparno, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Papua, Jln. Gunung Salju Amban Manokwari, Papua Barat, 98314

Trisday Parari, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Papua, Jln. Gunung Salju Amban Manokwari, Papua Barat, 98314

Saraswati Prabawardani, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Papua, Jln. Gunung Salju Amban Manokwari, Papua Barat, 98314

Sutiharni , Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Papua, Jln. Gunung Salju Amban Manokwari, Papua Barat, 98314

Nouke L. Mawikere, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Papua, Jln. Gunung Salju Amban Manokwari, Papua Barat, 98314

Baso Daeng, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Papua, Jln. Gunung Salju Amban Manokwari, Papua Barat, 98314

Alce I. Noya, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Papua, Jln. Gunung Salju Amban Manokwari, Papua Barat, 98314

Purbokurniawan, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Papua, Jln. Gunung Salju Amban Manokwari, Papua Barat, 98314

Elda K. Paisey, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Papua, Jln. Gunung Salju Amban Manokwari, Papua Barat, 98314

Ratna Ningsi, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Papua, Jln. Gunung Salju Amban Manokwari, Papua Barat, 98314

Zarima Wibawati, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Papua, Jln. Gunung Salju Amban Manokwari, Papua Barat, 98314

Nurlailah, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Papua, Jln. Gunung Salju Amban Manokwari, Papua Barat, 98314

Darius Dare, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Papua, Jln. Gunung Salju Amban Manokwari, Papua Barat, 98314

Sudi Febrianto, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Papua, Jln. Gunung Salju Amban Manokwari, Papua Barat, 98314

Gabriella Litaay, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Papua, Jln. Gunung Salju Amban Manokwari, Papua Barat, 98314

References

Afifah AN, Prijono S. 2022. Simulasi dampak perubahan iklim terhadap kemampuan tanah menyimpan air tersedia dan potensi produksi pada tanaman kakao di Kabupaten Malang. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan. 9(2); 385-394. https://doi.org/10.21776/ub.jtsl.2022.009.2.19

Alkamalia I, Mawardati M, Budi S. 2017. Analisis pengaruh luas lahan dan tenaga kerja terhadap produksi kakao perkebunan rakyat di Provinsi Aceh. Agrifo: Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh. 2(2); 56. https://doi.org/10.29103/ag.v2i2.369

Ariningsih E, Purba HJ, Sinuraya JF, Septanti KS, Suharyono S. 2021. Permasalahan dan strategi peningkatan produksi dan mutu kakao Indonesia. Analisis Kebijakan Pertanian. 19(1); 89-108. https://doi.org/10.21082/akp.v19n1.89-108

Karim HA, Atmaja UI, Kandatong H. 2024. Teknik sambung pucuk tanaman kakao di Badan Standarnisasi Instrumen Pertanian Tanaman Industri dan Penyegar (BSIP TRI) Kabupaten Sukabumi. SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat. 4(3); 273. https://doi.org/10.35329/jurnal.v4i3.5218

Limbongan J. 2016. Kesiapan penerapan teknologi sambung samping untuk mendukung program rehabilitasi tanaman kakao. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 30(4); 156-163.

Nappu MB, Limbongan J, Lologau BA. 2015. Perbanyakan bibit kakao melalui teknik grafting, okulasi, dan somatik embriogenesis di Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. 17(3); 126-209.

Nurfaillah N, Masri M, Sari ER, Patang P. 2018. Pemanfaatan limbah pulp kakao menjadi nata de cacao. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian. 4(2); 24-33. https://doi.org/10.26858/jptp.v4i2.6609

Putri TA, Yanuar R, Rifin A, Sarianti T, Herawati H. 2024. Perbandingan alternatif model peremajaan kakao dengan tanaman sela di Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan. 24(1); 119-133. https://doi.org/10.25181/jppt.v24i1.3385

Ruimassa R, Purnomo, Sutiharni DW, Ayuningtias N, Nurlailah, Pribadi HS, Karamang S, Wibawati Z. 2025. Pendampingan teknik pengendalian organisme pengganggu tanaman secara organik pada budidaya tanaman di Kampung Kwau. IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat. 6(3); 145-156. https://doi.org/10.46549/igkojei.v6i3.558

Suparno A, Prabawardani S, Widodo I, Chadikun P. 2023. Pelatihan teknologi grafting pada petani kakao di Oransbari Kabupaten Manokwari Selatan Provinsi Papua Barat. IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat. 4(3); 137-145. https://doi.org/10.46549/igkojei.v4i3.409

Susilowati YE. 2013. Peremajaan dan rehabilitasi klonal tanaman kakao dengan cara sambung samping (side grafting). Jurnal Penelitian Inovasi. 18(1); 17750. Tersedia pada: https://www.neliti.com/publications/17750/peremajaan-dan-rehabilitasi-klonal-tanaman-kakao-dengan-cara-sambung-samping-sid

Zikri NMF, Mulyani NC, Marnita NY. 2022. Tingkat serangan penyakit busuk buah kakao (Phytophthora palmivora L.) dan kehilangan hasil tanaman kakao di Kecamatan Darul Ihsan Kabupaten Aceh Timur. Jurnal Penelitian Agrosamudra. 9(2); 11-20. https://doi.org/10.33059/jupas.v9i2.6565

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Suparno, A. ., Parari, T., Prabawardani, S., Sutiharni , . S. ., Mawikere, N. L., Daeng, B., Noya, A. I., Purbokurniawan, P., Paisey, E. K., Ningsi, R., Wibawati, Z., Nurlailah, N., Dare, D. ., Febrianto, S., & Litaay, G. (2026). Pelatihan peremajaan kakao berbasis grafting pada petani Mujir Aibone Ransiki Manokwari Selatan: Grafting-based cocoa rejuvenation training For Mujir Aibone Farmers In Ransiki Manokwari. IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 7(2), 91–98. https://doi.org/10.46549/igkojei.v7i2.620

Most read articles by the same author(s)