Pendampingan dan pelatihan pembuatan PGPR kepada petani tanaman hortikultura di kampung Kwau

Guidance and training in PGPR production for farmers in Kwau village

Authors

  • Reymas Ruimassa Universitas Papua, Manokwari, Indonesia
  • Nandini Ayuningtias Universitas Papua, Manokwari, Indonesia
  • Hayu S.P. Pribadi Universitas Papua, Manokwari, Indonesia
  • Nurlailah Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.46549/igkojei.v7i2.621

Keywords:

Kwau, Mentoring, Organic, Plant disease, Rhizobacteria, Organik, Pendampingan, Penyakit tanaman

Abstract

ABSTRACT 

Plant pests and diseases threaten horticultural production in Kwau, where farmers often rely on synthetic pesticides without adequate understanding of safe use, human and environmental risks, or pesticide resistance. This community engagement introduced plant growth promoting rhizobacteria (PGPR) as a biological approach to plant pest organisms, using local materials to lower cost and reduce travel to Manokwari for chemical purchases. Sessions at the Kwau village hall and a demonstration in a farmer’s garden delivered plain-language guidance on PGPR concepts, simple production, and safe application. Farmers participated actively and responded enthusiastically, indicating greater awareness of biological control and a practical entry point for using PGPR. Lasting benefits will depend on structured follow-up with farmers and local institutions.

Keywords: Kwau; Mentoring; Organic; Plant disease; Rhizobacteria

 

ABSTRAK 

Hama dan penyakit tanaman mengancam usahatani hortikultura di Kampung Kwau; petani banyak memakai pestisida sintetis tanpa pemahaman memadai tentang pemakaian aman, risiko kesehatan dan lingkungan, serta resistensi. Pengabdian ini memperkenalkan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) sebagai alternatif hayati pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan memakai bahan lokal guna menekan biaya dan ketergantungan pada pembelian pestisida kimia di Manokwari. Pelatihan di Balai Kampung Kwau dilanjutkan demonstrasi di kebun petani dengan penyampaian bahasa sehari-hari tentang konsep PGPR, pembuatan sederhana, dan aplikasi aman. Peserta antusias dan aktif, menandakan peningkatan kesadaran pengendalian hayati dan titik awal praktik PGPR. Manfaat berkelanjutan bergantung pada pendampingan lanjutan bersama mitra setempat.

Kata kunci: Kwau; Organik; Pendampingan; Penyakit tanaman; Rhizobacteria

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Reymas Ruimassa, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Fakultas Pertanian Universitas Papua. Jln. Gunung Salju Amban Manokwari, Papua Barat, 98314

Nandini Ayuningtias, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Fakultas Pertanian Universitas Papua. Jln. Gunung Salju Amban Manokwari, Papua Barat, 98314

Hayu S.P. Pribadi, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Fakultas Pertanian Universitas Papua. Jln. Gunung Salju Amban Manokwari, Papua Barat, 98314

Nurlailah, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Fakultas Pertanian Universitas Papua. Jln. Gunung Salju Amban Manokwari, Papua Barat, 98314

References

Ashifa CT, Putrayani MI, Hasrullah, Ersyan M, Aulia ST, Jaya AM. 2017. Teknologi formulasi rhizobakteria berbasis bahan lokal dalam menunjang bioindustri pertanian berkelanjutan. Hasanuddin Student Journal, 1(1): 16-21.

Budiarti SW, Cahyaningrum H, Nugroho MAS. 2022. Inventarisasi penyakit bawang merah (Allium ascalonicum L.) varietas Lokananta asal biji (true shallot seed). AgriHealth: Journal of Agri-food, Nutrition and Public Health, 3(2): 143-153. https://doi.org/10.20961/agrihealth.v3i2.64617

Budi IS, Fachruzi I, Riskiya EM. 2022. Waktu aplikasi kombinasi PGPR dan Trichoderma harzianum terhadap pertumbuhan tanaman dan kejadian penyakit bercak daun (Cercospora oryzae) padi beras merah keramat. Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah, 7(3): 121-126.

Candraningtyas CF, Indrawan M. 2023. Analisis efektivitas penggunaan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) untuk peningkatan pertanian berkelanjutan. Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan, 10(2): 88-99. https://doi.org/10.29244/jkebijakan.v10i2.48342

Dhaifulloh AD, Khayumi BI, Legawa DT, Ansya MKA, Radianto DO. 2024. Dampak penggunaan pestisida kimia terhadap kualitas tanah dan air sungai di daerah pertanian. Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik, 2(2): 197-208. https://doi.org/10.61132/venus.v2i2.280

Dilla A, Ulfa M, Fitri W, Advinda L, Junaidi, Priyanti. 2022. Isolasi jamur Sclerotium rolfsii penyebab penyakit layu pada tanaman tomat. Prosiding SEMNAS BIO UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 581-588.

Doo SRP, Meitiniarti VI, Kasmiyati S, Kristiani EBE. 2023. Trichoderma spp., si jamur multi fungsi. Jurnal Tropica Microbiome, 1(1): 73-89.

Firmansyah MA, Subono. 2012. Dampak kebakaran lahan terhadap kesuburan fisik, kimia, dan biologi tanah serta alternatif penanggulangan dan pemanfaatannya. Jurnal Sumber Daya Lahan, 6(2): 89-100.

Gasparotto L, Dita M, Alexandre JR, Schurt DA, Leite RSV. 2021. Fusarium oxysporum f. sp. cubense tropical race 4: A risk to Brazilian banana cultivation. Embrapa Western Amazon, 152: 2-17.

Gusnawaty, Taufik M, Triana L, Asniah. 2014. Karakterisasi morfologis Trichoderma spp. indigenus Sulawesi Tenggara. Jurnal Agrotek, 4(2): 88-94. https://doi.org/10.56189/ja.v4i1.204

Handoyo GC, Yusuf FH, Eviani, Sugiarta EP, Shalom FH, Hidayat N, Lestari EF, Pambudi AP, Seilalita A, Pratiwi A, Khorunisa AN. 2024. Pembuatan pupuk hayati PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dengan bahan dasar akar bambu di Desa Glagahwangi, Polanharjo, Klaten. Seminar Nasional Pengabdian dan CSR Ke-4 Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret, 4(1): 51-59.

Hafez S, Palanisamy S. 2016. Nematodes associated with onion in Idaho and Eastern Oregon. BUL 909 University of Idaho Extension, pp. 1-8.

Hay F, Sticker S, Gossen BD, McDonal MR, Heck D, Hoepting C, Sharma S, Pethybridge S. 2021. Stemphylium leaf blight: A re-emerging threat to onion production in Eastern North America. Plant Disease, 105(12): 3780-3794. https://doi.org/10.1094/PDIS-05-21-0903-FE

Hill MP, Macfadyen S, Nash MA. 2017. Broad spectrum pesticide application alters natural enemy communities and may facilitate secondary pest outbreaks. PeerJ, e4179. https://doi.org/10.7717/peerj.4179

Kaya E, Mailuhu D, Kalay AM, Talahuturuson A, Hartanti AT. 2020. Pengaruh pupuk hayati dan pupuk NPK untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat (Solanum lycopersicum) yang ditanam pada tanah terinfeksi Fusarium oxysporum. Jurnal Agrologia, 9(2): 81-94. https://doi.org/10.30598/ajibt.v9i2.1163

Kucuk C, Kivanc M. 2003. Isolation of Trichoderma spp. and determination of their antifungal, biochemical and physiological features. Turkish Journal of Biology, 27(4): 247-253.

Kumar MA, Sharma P. 2011. Molecular and morphological characters: An appurtenance for antagonism in Trichoderma spp. African Journal of Biotechnology, 10(22): 4532-4543.

Maryani N, Harahap ERO, Khastini RO, Ahmad F. 2024. Deteksi penyakit layu Fusarium pada pisang-pisang lokal di Pandeglang. Jurnal Fitopatologi Indonesia, 19(4): 133-144. https://doi.org/10.14692/jfi.19.4.133-144

Musdalifah, Syam N, Alimuddin S. 2023. Respon tanaman cabai keriting (Capsicum annuum L.) terhadap kombinasi takaran kompos dan Trichoderma sp. Jurnal AgrotekMAS, 4(1): 63-71. https://doi.org/10.33096/agrotekmas.v4i1.313

Oktania P, Marwan H, Asniwita. 2018. Potensi Bacillus spp. dari rizosfer tanaman kedelai untuk mengendalikan penyakit rebah kecambah (Sclerotium rolfsii Sacc.). Jurnal Agroekotania, 1(1): 19-32. https://doi.org/10.22437/agroecotania.v1i1.5333

Permatasari A, Rondhi M. 2022. Faktor-faktor yang memengaruhi petani padi dalam mengikuti kemitraan di Indonesia. Jurnal Agribisnis Indonesia, 10(1): 15-30. https://doi.org/10.29244/jai.2022.10.1.15-30

Sacita AS, Firdamayanti E. 2022. Training pembuatan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) bagi petani dalam mengamankan dan meningkatkan produksi tanaman padi di Desa Bassiang, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu. Jurnal Abdimas, 2(1): 78-84. https://doi.org/10.53769/jpm.v2i1.63

Permatasari OSI, Widajati E, Syukur M, Giyanto. 2016. Aplikasi bakteri probiotik Pseudomonas kelompok fluorescens untuk meningkatkan produksi dan mutu benih cabai. Jurnal Agronomi Indonesia, 4(3): 292-298. https://doi.org/10.24831/jai.v44i3.13544

Rosadi I, Ayuni CLQ, Nurcahyani I, Muhammadiyah, Butar-Butar IPP, Oktavianingsih L. 2022. Analisis tingkat keparahan penyakit pada daun tanaman pangan dengan menggunakan software ImageJ dan Plantix. Bioscientist: Jurnal Ilmiah Biologi, 10(1): 100-108. https://doi.org/10.33394/bioscientist.v10i1.4575

Rostaman, Bait EAN, Soesanto L. 2018. Perlakuan metabolit sekunder asal bakteri Pseudomonas fluorescens terhadap serangga Helicoverpa armigera (Lepidoptera: Noctuidae). Prosiding Seminar Nasional PEI Cabang Palembang 2018, 372-379.

Setyari AR, Aini LQ, Abadi AL. 2013. Pengaruh pemberian pupuk cair terhadap penyakit layu bakteri (Ralstonia solanacearum) pada tanaman tomat (Lycopersicon esculentum Mill.). Jurnal HPT, 1(2): 80-87.

Sholeha NH, Masnilah R. 2022. Pemanfaatan Bacillus sp. dan pupuk organik untuk mengendalikan penyakit busuk pelepah (Rhizoctonia solani) pada tanaman jagung. Berkala Ilmiah Pertanian, 5(4): 215-221. https://doi.org/10.19184/bip.v5i4.35221

Suganda T, Wulandari DY. 2018. Curvularia sp. jamur patogen baru penyebab penyakit bercak daun pada tanaman sawi. Jurnal Agrikultura, 29(3): 119-123. https://doi.org/10.24198/agrikultura.v29i3.21645

Sulistyoningtyas ME, Roviq M, Wardiyati T. 2017. Pengaruh pemberian PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) pada pertumbuhan bud chip tebu (Saccharum officinarum L.). Jurnal Produksi Tanaman, 5(3): 396-403.

Susanto D, Giska PM, Marlianasari P. 2018. Buku panduan pembuatan pupuk Trichoderma dan pembiakan Trichoderma. UNESCO Office Jakarta. http://www.unesco.org/new/en/jakarta

Susilowati SH. 2016. Fenomena penuaan petani dan berkurangnya tenaga kerja muda serta implikasinya bagi kebijakan pembangunan pertanian. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 34(1): 35-55. https://doi.org/10.21082/fae.v34n1.2016.35-55

Taher M, Supramana, Suastika G. 2012. Identifikasi Meloidogyne penyebab penyakit umbi bercabang pada wortel di dataran tinggi Dieng. Jurnal Fitopatologi Indonesia, 8(1): 16-21. https://doi.org/10.14692/jfi.8.1.16

Vovlas N, Lucarelli G, Sasanelli N, Troccoli A, Papajova I, Palomares-Rius JE, Castillo P. 2008. Pathogenicity and host-parasite relationships of the root-knot nematode Meloidogyne incognita on celery. Plant Pathology, 57(5): 981-987. https://doi.org/10.1111/j.1365-3059.2008.01843.x

Xin Y, Hailin G, Kaixuan Z, Mengyu Z, Jingjun R, Jie C. 2023. Trichoderma and its role in biological control of plant fungal and nematode disease. Frontiers in Microbiology, 14. https://doi.org/10.3389/fmicb.2023.1160551

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Ruimassa, R., Ayuningtias, N. ., Pribadi, H. S. ., & Nurlailah, N. (2026). Pendampingan dan pelatihan pembuatan PGPR kepada petani tanaman hortikultura di kampung Kwau : Guidance and training in PGPR production for farmers in Kwau village. IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 7(2), 77–83. https://doi.org/10.46549/igkojei.v7i2.621

Most read articles by the same author(s)