Nugget daging kelinci sebagai alternatif protein hewani masyarakat Sekitar Cagar Alam Pegunungan Arfak

Rabbit meat nuggets as an alternative animal protein for Communities Around The Arfak Mountain Reserve

Main Article Content

Hotlan Manik
Fransiska R. V. Sitanggang
Freddy Pattiselanno
John Arnold Palulungan
https://orcid.org/0000-0003-1974-8644
Alnita Baaka
Angelina N. Tethool
Evi W. Saragih
Noviyanti
Noveling Inriani
Muhammad Junaidi
Merlyn N. Lekitoo

Abstract

ABSTRACT 

Sigim and Sinaytousi Village communities are indigenous Papuans who live in buffer zones adjacent to Arfak Mountains Nature Reserve (CAPA). People with low of education, especially the economy, encourage community members close to the CAPA area to exploit forests to obtain animal food through poaching. Efforts to solve the problem using participative sociocultural approaches with transfer methods of science and technology, in the form of training and assistance in the production and processing of rabbit as an alternative animal protein. (2) Group partners have been able to implement a good rabbit breeding system through increased management and population capability through natural breeding systems, (3) nugget products rabbit meat has been accepted by the villagers. The activity is expected to be able to socialize the group's partners to the village area around the buffer area of arfak mountain nature reserve. 

Keywords: Meat; Nuggets; Protein; Rabbit

 

ABSTRAK

Masyarakat Kampung Sigim dan Sinaytousi merupakan suku asli Papua yang mendiami daerah penyangga yang berbatasan langsung dengan kawasan Cagar Alam Pegunungan Arfak (CAPA). Masyarakat dengan tingkat pendidikan yang rendah terutama ekonomi sehingga mendorong anggota masyarakat yang berdekatan dengan areal CAPA untuk mengeksploitasi hutan untuk mendapatkan pangan hewani melalui perburuan liar. Upaya pemecahan masalah tersebut menggunakan pendekatan sosiokultural partisipatif dengan metode transfer ilmu pengetahuan dan teknologi, berupa pelatihan dan pendampingan dalam produksi dan pengolahan hasil ternak kelinci sebagai alternatif protein hewani. Hasil yang diperoleh dari kegiatan tersebut diantaranya adalah (1) Mitra kelompok telah mampu memproduksi nugget daging kelinci secara mandiri (2) Mitra kelompok telah mampu menerapkan sistim beternak kelinci yang baik melaui peningkatan kemampuan manajemen dan populasi melalui sistim perkawinan alami, (3) Produk nugget daging kelinci telah diterima oleh masyarakat kampung. Kegiatan diharapkan mampu disosialisasikan mitra kelompok ke daerah kampung sekitar kawasan penyangga cagar alam pegunungan arfak.

Kata kunci: Daging; Kelinci; Nugget; Protein

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles
Author Biographies

Hotlan Manik, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Fakultas Peternakan,Universitas Papua Manokwari Jalan Gunung Salju Amban, Manokwari Barat, Manokwari, Papua Barat

Fransiska R. V. Sitanggang, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Papua Barat, Manokwari, Indonesia

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Papua Barat Jalan Brigjen (Purn) Abraham O. Ataruri, Arfai-Manokwari, Papua Barat

Freddy Pattiselanno, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Fakultas Peternakan,Universitas Papua Manokwari Jalan Gunung Salju Amban, Manokwari Barat, Manokwari, Papua Barat

John Arnold Palulungan, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Fakultas Peternakan, Universitas Papua, Jl. Gunung Salju, Kelurahan Amban, Papua Barat.

Alnita Baaka, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Fakultas Peternakan,Universitas Papua Manokwari Jalan Gunung Salju Amban, Manokwari Barat, Manokwari, Papua Barat

Angelina N. Tethool, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Fakultas Peternakan,Universitas Papua Manokwari Jalan Gunung Salju Amban, Manokwari Barat, Manokwari, Papua Barat

Evi W. Saragih, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Fakultas Peternakan,Universitas Papua Manokwari Jalan Gunung Salju Amban, Manokwari Barat, Manokwari, Papua Barat

Noviyanti, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Fakultas Peternakan,Universitas Papua Manokwari Jalan Gunung Salju Amban, Manokwari Barat, Manokwari, Papua Barat

Noveling Inriani, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Fakultas Peternakan, Universitas Papua Manokwari Jalan Gunung Salju Amban, Manokwari Barat, Manokwari, Papua Barat

Muhammad Junaidi, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Fakultas Peternakan, Universitas Papua Manokwari Jalan Gunung Salju Amban, Manokwari Barat, Manokwari, Papua Barat

Merlyn N. Lekitoo, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Fakultas Peternakan Universitas Papua. Jln Gunung Salju Amban, Manokwari Barat, Manokwari, Papua Barat

References

BPS, 2021. Distrik Minyambouw Dalam Angka. Manokwari. Badan Pusat Statistik Manokwari.

Hamid, P., H., Rini W., Widagdo, S., R., Sigit, P., dan Slamet, R. 2021. Peningkatan Pengetahuan Peternak di Kab. Sleman dalam Pemecahan Masalah Budidaya Kelinci untuk Diversifikasi Daging. Proceeding Senadimas Undiksha682 - 685.

Hartadiyati, E., dan Wiwik, K. 2022. Pelatihan Peternakan Kelinci Berkelanjutan Berbasis Zero Waste-Hidroponik untuk Meningkatkan Peluang Usaha di Desa Kayen Kabupaten Pati. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kumakula, 5(1); 64-73. https://doi.org/10.24198/kumawula.v5i1.35877

Hayati, N., Rahmawati, S., Made, U., Maksum, H., Lasmini, S. A., dan Rosmini, R. 2020. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penerapan Teknik Integrasi TanamanTernak Berbazis Zero Waste Agriculture. Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1); 198-205. https://doi.org/10.31849/dinamisia.v5i1.4596

Manik, H dan Agustinus Kilmaskossu. 2013. Ekologi Persarangan Burung Maleo Gunung (Aepypodius arfakianus) di Kawasan Cagar Alam Pegunungan Arfak-Papua Barat. Seminar Nasional Biologi PBI XXII. Purwokerto: 311-315.

Manik, H., Lukas Y. Sonbait dan Dariani Matualage. 2014. Inkubator Multi Fungsi Sebagai Wirausaha Baru Masyarakat Sekitar Cagar Alam Pegunungan Arfak. Prosiding Seminar Hasil Hasil Pengabdian Pada Masyarakat, 12-17. UNMAS press.

Manik, H., Sangle Y. Randa dan John A. Palulungan.2021. Pelatihan Pembuatan Dendeng Bagi Kelompok Pemburu dan Penjual Daging Rusa di Kampung Ukopti, Kawasan Penyangga Cagar Alam Pegunungan Arfak Papua Barat. Jurnal pengabdian Masyarakat IGKOJEI, 1(1). https://doi.org/10.46549/igkojei.v1i1.151

Yulianingsih, W., Rivo N., Widodo, dan Widya, N. 2021. Konservasi Kelinci Sebagai Wahana Edukasi dan Rekreasi Lingkungan Bagi Masyarakat Sekitar Kampus UNESA. Jurnal Pengabdian Masyarakat Transformasi dan Inovasi, 1(2); 108-114. https://doi.org/10.26740/jpm.v1n2.p108-114

Syarifudin, D., Supratignyo, A., dan Reza M., S. 2019. IbM Kelompok Usaha Wanita Budidaya Kelinci Pedaging di Desa Wargasaluyu Kabupaten Bandung Barat. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat E-DIMAS, 10(1); 49 - 60. https://doi.org/10.26877/e-dimas.v10i1.2663

Suryana, N., K. 2017. Peningkatan Pendapatan Kelompok Peternak Kelinci Melalui Nilai Tambah Produksi. Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo, 1(2); 14 - 24. https://doi.org/10.35334/jpmb.v1i2.343

Susilorini, T., E., Manik E. Sawitri dan Murharlien.2011. Budidaya 22 Ternak Potensial. Jakarta. Penebar Swadaya.

Zakaria, H., M., Mochamad, F., R. dan Muhammad, N., H.2023. Fasilitasi Pembelajaran Usaha Ternak Kelinci dalam Rangka Penciptaan Wirausaha Baru di Bidang Pertanian. Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat, 6(1); 37- 41.

Most read articles by the same author(s)