Deskripsi Daging Rana Arfaki (Anura; Ranidae) yang Dikonsumsi Masyarakat Moiley di Pegunungan Arfak

Description of Rana Arfaki (Anura; Ranidae) Meat Consumed by Moiley Communities at the Arfak Mountain

Main Article Content

Freddy Pattiselanno
Anita Oce Athabu
Daniel Yohanes Seseray

Abstract

Abstract

In Papua, especially in the Arfak Mountains, one of wild animals that commonly used as a non-animal protein source is frogs. Although it has been consumed by local people for generations, there is no representative information on the characteristics of Arfak frog meat. This study aims to determine the body weight and weight of carcass of Arfak frogs (Rana arfaki) comsumed by the Moiley communtiies in the Arfak Mountains. In addition, this study also attempts to reveal the physical quality and processing techniques of consumed Arfak forg meat. We used descriptive method with observation techniques in the field. The results show that an average body weight of Arfak frogs consumed in Mbenti is 2.53 ± 0.81gr, with an average of carcass percentage 46.77% and non-carcass percentage 53.23%.  The physical quality of the meat is, fresh and looks intact, the color of flesh and muscles is white to yellowish white, has a distinctive aroma, and elastic texture as well as strong muscles. The pH value of fresh meat is an average of 7.03. Various meat processing techniques are practiced including fried, stir-fry, grilled and smoked, and pickling/smoked is more preffered bacuse it is easy and the meat can keep longer as a source of food for household animal protein.

Keywords: Arfak; Cosnsumption; Meat; Quality; Rana arfaki

 

Abstrak

Di Papua khususnya di Pegunungan Arfak, salah satu jenis satwa yang dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber protein hewani non-ternak adalah katak. Meskipun telah dikonsumsi oleh masyarakat lokal secara turun temurun, sampai saat ini belum tersedia informasi yang representatif tentang karakteristik daging katak Arfak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bobot badan dan berat karkas katak Arfak (Rana arfaki) yang dikonsumsi masyarakar Moiley di Pegunungan Arfak.  Selain itu juga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisik dan teknik pengolahan daging katak Arfak yang dikonsumsi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik observasi atau pengamatan langsung di lapangan.  Rataan bobot badan katak Arfak (Rana arfaki) yang dikonsumsi oleh masyarakat di Mbenti yaitu 2,53 ± 0,81gr dengan rataan persentase karkas yaitu 46,77% dan persentase non-karkasnya sebesar 53,23%. Kualitas fisik daging katak Arfak yaitu memiliki karakteristik segar dan tampak utuh, warna daging dan otot putih hingga putih kekuningan, memiliki aroma khas, dengan tekstur elastis serta memiliki otot kuat. Sedangkan nilai pH daging katak Arfak segar yang dikonsumsi oleh masyarakat yaitu rata-rata adalah 7,03.  Teknik pengolahan daging yang dilakukan oleh masyarakat beragam antara lain goreng, tumis, bakar dan asap. Cara asar/asap lebih disenangi karena mudah dilakukan dan dapat memperpanjang masa simpan daging sebagai cadangan sumber pangan protein hewani rumah tangga.

Kata kunci: Arfak; Daging; Konsumsi; Kualitas; Rana arfaki

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles
Author Biographies

Freddy Pattiselanno, Universitas Papua, Manokwari. Indonesia

Program Studi Budidaya Ternak, Fakultas Peternakan, UNIPA, Manokwari, 98314, Indonesia

Pusat Penelitian Keanekaragaman Hayati, UNIPA, Manokwari 98314, Indonesia

Anita Oce Athabu, Universitas Papua, Manokwari. Indonesia

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, UNIPA, Manokwari, 98314, Indonesia

Daniel Yohanes Seseray, Universitas Papua, Manokwari. Indonesia

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, UNIPA, Manokwari, 98314, Indonesia

References

Antus, M.R., Dima, A.O.M., Meye, E.D. 2018. Ecological analysis, orphology and nutritional value of Rana cancrivora in East Manggarai. Jurnal Biotropikal Sains 15(2): 38-44
Donnelan, S.C., Aplin, K.P., Bertozzi, T. 2010. Species boundaries in the Rana arfaki group (Anura: Ranidae) and phylogenetic relationships to other New Guinean Rana. Zootaxa 2496: 49-62
Frank, N., and Ramus, E. 1995. Complete Guide to Scientific and Common Names of Amphibians and Reptiles of the World. Pottsville, Pennsylvania: N. G. Publishing Inc.
Lawrie, R. A. 1995. Meat Science 5th Edition. Pergamon Press, New York.
Menzies, J. I. (1987). "A taxonomic revision of Papuan Rana (Amphibia, Ranidae)". Australian Journal of Zoology 35 (4): 373–418.
Menzies, J. I. 1976. Handbook of Common New Guinea Frogs. Wau Ecology Institute Handbook 1. Hong Kong: Sheck Wa Tong.
Oliver, L., Prendini, E., Kraus, F., Raxworthy, C.J. 2015. Systematics and biogeography of the Hylarana frog (Anura: Ranidae) radiation across tropical Australasia, Southeast Asia, and Africa. Molecular Phylogenetics and Evolution 90: 176–192.
Pattiselanno, F. 2003. The wildlife value: Example from West Papua, Indonesia. Tigerpaper 30 (1): 27-29
Pattiselanno, F. 2006. The wildlife hunting in Papua. Biota 11(1): 59-61
Ullo .2014.Ukuran Morfometrik dan Kandungan Gizi dari beberapa jenis Katak yang di Konsumsi. [Skripsi] Sarjana Fakultas Peternakan Universitas Papua. Manokwari
Widiatmoko, A. 1999. Karakteristik Morfologis dan Habitat Katak Arfak Dewasa (Rana Arfaki Meyer; Ranidae; Amphibia) di Beberapa Aliran Sungai pada Kawasan Pegunungan Arfak Kabupaten Daerah Tingkat II Manokwari. [Skripsi] Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Cenderwasih, Manokwari.
Williamson, G. dan Payne, W.J.A. 1993. Pengantar Peternakan di Daerah Tropis. Alih Bahasa: Djiwa Darmadja. UGM Press. Yogyakarta.

Most read articles by the same author(s)