Pengaruh Berbagai Aditif terhadap Kandungan Serat Kasar dan Mineral Silase Kulit Pisang Kepok

The effect of various additives on crude fiber and mineral content of kepok banana peels silage

  • Hieronymus Yohanes Chrysostomus Universitas Papua, Manokwari
  • Theresia Nur Indah Koni Politeknik Pertanian Negeri Kupang
  • Tri Anggarini Yuniwati Foenay Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Abstract

Abstract 


Banana peels are rarely utilized as feedstuff alternatives due to their high content of crude fiber. Crude fiber can be reduced by biological treatment, specifically by making silage. One of the factors that influence the quality of silage is additives in the form of soluble carbohydrates. The purpose of this study was to examine crude fiber, calcium, and phosphorus banana peels silage by adding different additives. The silage of banana peel in this study used soluble carbohydrates such as rice bran, tapioca starch, and palm syrup, followed with a 21 days fermentation. This study was conducted with four treatments and five replications. The treatments were: P0 = banana peels without additives, P1 = banana peels + 5% rice bran, P2 = banana peels + 5% tapioca starch, P3 = banana peels + 5% palm syrup. Parameters measured in this study were the content of crude fiber, Ca, and P. Data were analyzed by analysis of variance and followed by Duncan's multiple range test. The results showed that the inclusion of rice bran, tapioca starch, and palm syrup by 5% reduce the crude fiber amount while also increase calcium and phosphorus levels in banana peels. The inclusion of tapioca starch as an additive by 5% had the highest reduction of crude fiber. The highest increase in calcium and phosphorus levels were obtained by adding 5% rice bran as a silage additive. The conclusion is the inclusion of soluble carbohydrates as additives not only reduce crude fiber content but also increase mineral content in banana peels.  


Keywords: Banana peels; Crude fiber; Calcium; Phosporus



Abstrak 


Kulit pisang jarang dimanfaatkan sebagai bahan pakan alternatif, karena kadar serat kasar yang tinggi. Serat kasar dapat dikurangi dengan proses pengolahan biologi yaitu dengan pembuatan silase. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas silase adalah aditif silase seperti karbohidrat mudah larut.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kadar serat kasar, kalsium, dan fosfor kulit pisang yang ditambahkan aditif yang berbeda. Pembuatan silase kulit pisang dalam penelitian ini menggunakan beberapa karbohidrat mudah larut seperti dedak padi, tepung tapioka dan gula air  dan difermentasi selama 21 hari. Penelitian ini dilakukan dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuannya adalah: P0 = silase kulit pisang tanpa aditif, P1 = kulit pisang +5% dedak padi, P2 = kulit pisang + 5% tapioka, P3 = kulit pisang + 5% gula air. Parameter yang diukur meliputi kandungan serat kasar, Ca dan P. Data dianalisis anova dan dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan dedak padi, tapioka dan gula air sebanyak 5% menurunkan serat kasar,  dan meningkatkan kadar kalsium dan fosfor kulit pisang. Penurunan serat kasar tertinggi tertinggi pada penggunaan tapioka sebagai aditif dan mineral kalsium dan fosfor tertinggi pada penggunaan 5% dedak padi sebagai aditif silase. Disimpulkan bahwa penggunaan karbohidrat mudah larut sebagai aditif mampu menurunkan kadar serat kasar dan meningkatkan kandungan mineral pada kulit pisang. 


Kata kunci: Kulit pisang; Serat kasar; Kalsium; Fosfor

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Hieronymus Yohanes Chrysostomus, Universitas Papua, Manokwari

Fakultas Peternakan Universitas Papua

References

Anas MA dan Syahrir. 2017. Pengaruh penggunaan jenis aditif sebagai sumber karbohidrat terhadap komposisi kimia silase rumput mulato. Jurnal Agrisains. 18(1): 13–22.
AOAC. 2005. Official Methods of Analysis of the Association of Official Analytical Chemists (18th ed.). Washington, DC
Astawan M dan Febrinda E. 2010. Potensi dedak dan bekatul beras sebagai ingredient pangan dan produk pangan fungsional. Pangan.19(1): 14–21.
Astuti T, Rofiq MN dan Nurhaita. 2017. Evaluasi kandungan bahan kering, bahan organik dan protein kasar pelepah sawit fermentasi dengan penambahan sumber karbohidrat. Jurnal Peternakan. 14(2): 42–47.
Badan Pusat Statistik. 2018. Statistik Pertanian. Kupang: Badan Pusat Statistik Provinsi NTT. https://ntt.bps.go.id/dynamictable/2018/02/05/566/produksi-pisang-menurut-kabupaten-kota-di-provinsi-nusa-tenggara-timur-2011-2017.
Basri, Nurhaedah, dan Fitriani. 2019. Kandungan kalsium (Ca) dan fospor (P) silase kombinasi jerami padi dan daun lamtoro sebagai pakan ternak ruminansia. Jurnal Bionature. 20(1): 21–26.
Dorisandi M, Saputro L, Jatmiko SH dan Fenita Y. 2017. Pengaruh pemberian fermentasi tepung kulit pisang jantan dengan menggunakan Neurospora crassa terhadap deposisi lemak ayam broiler. Jurnal Sain Peternakan Indonesia. 12(3): 325–334.
Fitroh BA, Wihandoyo and Supadmo. 2018. The use 3 of banana peel meal (Musa paradisiaca) as substitution of corn in the diets on performance and carcass production of hybrid ducks. Buletin Peternakan. 42(3): 222–231.
Gasperz V. 2006. Teknik analisa dalam penelitian percobaan (Edisi III). Tarsito. Bandung:
Handayani S, Haraha AE dan Saleh E. 2018. Kandungan fraksi serat silase kulit pisang kepok (Musa Paradisiaca) dengan penambahan level dedak dan lama pemeraman yang berbeda. Jurnal Peternakan. 15(1): 1–8.
Kojo RM, Rustandi, Tulung Y R L dan Malalantang S. 2015. Pengaruh penambahan dedak padi dan tepung jagung terhadap kualitas fisik silase rumput gajah (pennisetum purpureumcv.hawaii). Jurnal Zootek. 35(1): 21–29.
Koni TNI. 2013. Effect of fermented banana peel on broiler carcass. Jurnal Ilmu Ternak Dan Veteriner. 18(2): 153–157.
Koni TNI, Bale-Therik J dan Kale PR.2013. Utilizing of fermented banana peels by Rhyzopus oligosporus in ration on growth of broiler. Jurnal Veteriner. 14(3):365–370.
Koni TNI., Foenay TAY and Asrul. 2019. The nutrient value of banana peel fermented by tape yeast as poultry feedstuff. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan. 29(3): 211–217.
Koni TNI, Paga A dan Jehemat A. 2010. Kandungan protein kasar dan tanin biji asam yang difermentasi dengan Rhyzopus Oligosporus. Partner. 20(2): 127–132.
Kwiatkowska K, Winiarska-mieczan A and Kwiecien M. 2017. Feed additives regulating calcium homeostasis in the bones of poultry – a review. Annals of Animal Science. 17(2): 303–316.
Larangahen A, Bagau B, Imbar MR dan Liwe H. 2017. Pengaruh penambahan molases terhadap kualitas fisik dan kimia silase kulit pisang sepatu (Mussa paradisiaca formatypica). Jurnal Zootek. 37(1): 156–166.
Mandey JS, Leke JR, Kaunang WB and Kowel YHS. 2015. Carcass yield of broiler chickens fed banana (Musa paradisiaca ) leaves fermented with Trichoderma Viride. Journal of the Indonesian Tropical Animal Agriculture. 40(4):229–233.
Naiola E. 2008. Mikrobia amilolitik pada nira dan laru dari pulau Timor, Nusa Tenggara Timur. Biodiversitas. 9(3):165–168.
Nurmi A, Santi MA, Harahap N dan Harahap M. 2018. Percentage of carcass and mortality of broiler and native chicken fed with unferment-ed and fermented arenga waste. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu. 6(3):134–139.
Oboh G and Elusiyan CA. 2007. Changes in the nutrient and anti-nutrient content of micro-fungi fermented cassava flour produced from low- and medium-cyanide variety of cassava tubers. African Journal of Biotechnology. 6(18):2150–2157.
Parakkasi, A. 1983. Ilmu Gizi dan Makanan Ternak Monogastrik. Angkasa. Bandung.
Purwati CS dan Windyasmara L. 2019. Fermentasi biji kecipir (Psophocarpus tetragonolobus) oleh jamur Trichoderma viride terhadap warna, tekstur, dan serat kasar. Jurnal Ilmu Peternakan Dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science). 9(1): 1–5.
Riswandi. 2014. ualitas silase eceng gondok (Eichhornia crassipes) dengan penambahan dedak halus dan ubi kayu. Jurnal Peternakan Sriwijaya. 3(1): 1–6.
Sari IY, Santoso L dan Suparmono. 2016. Kajian pengaruh penambahan tepung tapioka sebagai Binder dalam pakan buatan terhadap pertumbuhan ikan nila gift (Oreochromis sp.). E-Jurnal Rekayasa Dan Teknologi Budidaya Perairan.5(1): 537–546.
Siahaan N, Sunarti D dan Yunianto V. 2015. Pengaruh penggunaan kulit pisang biokonversi dalam ransum terhadap penyerapan kalsium serta pertumbuhan tulang ayam broiler. Buletin Nutrisi Dan Makanan Ternak. 13(1): 14–18.
Simanihuruk K, dan Sirait J. 2017. Silase Ampas sagu menggunakan tiga bahan aditif sebagai pakan basal kambing boerka fase pertumbuhan. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner: hlm 339–349.
Utomo R, Noviandi CT, Astuti A, Umami N, Kale-Lado LJMC, Pratama AB.dan Sugiyanto N. 2016. Pengaruh penggunaan aditif pada kualitas silase hijauan Sorghum vulgare. Simposium Nasional Penelitian dan Pengembangan Peternakan Tropik Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. hlm: 63–69:
Wadhwa M and Bakshi PS. 2013. Utilization of fruit and vegetable wastes as livestock feed and as substrates for generation of other value added products. Journal of Neurochemistry. 105 (2) : 369-379.
Wadhwa M, Bakshi MP and Makkar HP.2015. Waste to worth : fruit wastes and by-products as animal feed. CAB Reviews. 10(31): 1–10.
Wajizah S, Samadi S, Usman Y dan Mariana E. 2015. Evaluasi nilai nutrisi dan kecernaan in vitro pelepah kelapa sawit (oil palm fronds) yang difermentasi menggunakan Aspergillus niger dengan penambahan sumber karbohidrat yang berbeda. Jurnal Agripet. 15(1):13–19.
Wibawa AAP, Wirawan IW dan Partama IBG.2015. Peningkatan nilai nutrisi dedak padi sebagai pakan itik melalui biofermentasi dengan khamir. Majalah Ilmiah Peternakan. 18(1):11–16.
Widjastuti T and Hernawan E. 2012. Utilizing of banana peel (Musa sapientum) in the ration and its influence on final body weight, percentage of carcass and abdominal fat on broiler. Lucrări Ştiinţifice - Seria Zootehnie . 57: 104–109.
Wilkinson JM, Wilson RF dan Barry T. 1976. Factors affecting the nutritive value of silage. Outlook on Agriculture. 9(1): 3–8.
Published
2020-09-28
How to Cite
CHRYSOSTOMUS, Hieronymus Yohanes; KONI, Theresia Nur Indah; FOENAY, Tri Anggarini Yuniwati. Pengaruh Berbagai Aditif terhadap Kandungan Serat Kasar dan Mineral Silase Kulit Pisang Kepok. Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science), [S.l.], v. 10, n. 2, p. 91 – 97, sep. 2020. ISSN 2620-9403. Available at: <https://journal.fapetunipa.ac.id/index.php/JIPVET/article/view/100>. Date accessed: 23 jan. 2021. doi: https://doi.org/10.46549/jipvet.v10i2.100.