Pemberdayaan petani lokal melalui pelatihan pembuatan pupuk organik dan pestisida nabati kepada kelompok tani Suku Meyah

Empowering local farmers through training on making organic fertilizer and organic pesticides for the Meyah Tribe Farmer Groups

Main Article Content

Inna Martha Rumainum
Veronica L. Tuhumena
Ivonne F. Mariay
Budiyono
Syukur Karamang
Liz Y. Andriyani
D. Wasgito Purnomo
Paulus Chadikun
Ilona M. Wamafma

Abstract

ABSTRACT 

Farmers from the Meyah tribe have the potential for empowerment in the context of agricultural development in the West Papua region. The aim of this training is to provide an understanding of organic farming and improve the ability of farmers from the Meyah tribe in making organic fertilizers and organic pesticides. The methods used in this training are discussion and practice. In the discussion session, the PKM Faperta team presented material on horticultural plant cultivation, organic farming, flower and fruit stimulation, as well as organic fertilizers and organic pesticides. Participants were very enthusiastic about listening to the material presented and asked many questions related to the obstacles faced in farming. In the practical session, participants were facilitated to make organic pesticides made from soursop leaves and garlic. Then proceed with making organic goat manure fertilizer. Both methods were very effective because they aroused enthusiasm in the community which could be seen from response given. 

Keywords: Farmers; Meyah tribe; Organic fertilizer; Organic pesticide

 

ABSTRAK

Petani asal suku Meyah memiliki potensi pemberdayaan dalam rangka pengembangan pertanian di wilayah Papua Barat. Tujuan dari pelatihan ini ialah untuk memberikan pemahaman tentang pertanian organik dan meningkatkan kemampuan petani asal suku Meyah dalam membuat pupuk organik dan pestisida nabati. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini ialah diskusi dan praktek. Pada sesi diskusi, tim PkM Faperta menyajikan materi tentang budidaya tanaman hortikultura, pertanian organik, perangsangan bunga dan buah, serta pupuk organik dan pestisida nabati. Peserta sangat antusias menyimak materi yang disajikan dan memberikan banyak pertanyaan terkait kendala yang dihadapi dalam bercocoktanam. Pada sesi praktek, peserta difasilitasi untuk membuat pestisida nabati berbahan baku daun sirsak dan bawang putih. Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan pupuk organik kotoran kambing. Kedua metode yang dilakukan sangat efektif karena membangkitkan antusiasme masyarakat yang dapat dilihat dari respon yang diberikan.

Kata kunci: Petani; Pestisida nabati; Pupuk organik; Suku Meyah

 

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Rumainum, I. M., Tuhumena, V. L. ., Mariay, I. F. ., Budiyono, B., Karamang, S. ., Andriyani, L. Y. ., Purnomo, D. W. ., Chadikun, P. ., & Wamafma, I. M. . (2024). Pemberdayaan petani lokal melalui pelatihan pembuatan pupuk organik dan pestisida nabati kepada kelompok tani Suku Meyah: Empowering local farmers through training on making organic fertilizer and organic pesticides for the Meyah Tribe Farmer Groups. IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 78–85. https://doi.org/10.46549/igkojei.v5i2.450
Section
Articles
Author Biographies

Inna Martha Rumainum, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Papua Jl. Gunung Salju Amban, Manokwari 98314, Indonesia

Veronica L. Tuhumena, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Papua, Jl. Gunung Salju Amban, Manokwari 98314, Indonesia

Ivonne F. Mariay, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Papua. Jl. Gunung Salju Amban, Manokwari 98314, Indonesia

Budiyono, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Papua. Jl. Gunung Salju Amban, Manokwari 98314, Indonesia

Syukur Karamang, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Papua. Jl. Gunung Salju Amban, Manokwari 98314, Indonesia

Liz Y. Andriyani, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Papua. Jl. Gunung Salju Amban, Manokwari 98314, Indonesia

D. Wasgito Purnomo, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Papua. Jl. Gunung Salju Amban, Manokwari 98314, Indonesia

Paulus Chadikun, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Papua. Jl. Gunung Salju Amban, Manokwari 98314, Indonesia

Ilona M. Wamafma, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Papua. Jl. Gunung Salju Amban, Manokwari 98314, Indonesia

References

Hamzah, S. 2014. Pupuk organik cair dan pupuk kandang ayam berpengaruh kepada pertumbuhan dan produksi kedelai (Glycine max L.). Agrium. 18(3): 228-235.

Mubushar, M., Aldosari, F.O., Baig, M.B., Alotaibi, B.M., Khan, A.Q. 2019. Assessment of farmers on their knowledge regarding pesticide usage and biosafety. Saudi Journal of Biological Sciences. 26(7):1903-1910. https://doi.org/10.1016/j.sjbs.2019.03.001

Parman, S. 2007. Pengaruh pemberian pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi kentang (Solanum tuberosum L.). Buletin Anatomi dan Fisiologi. XV(2):21-32.

Rola, A.C., Pingali, P.L. 1993. Pesticides, Rice Productivity, and Farmers' Health. International Rice Research Institute. Los Banos, Philippines.

Sumartini. 2016. Biopestisida untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman aneka kacang dan umbi. Iptek Tanaman Pangan 11(2): 159-166.

Supartha, I. N. Y., G. Wijana, G. M. Adnyana. 2012. Aplikasi jenis pupuk organik pada tanaman padi sistem pertanian organik. E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika. 1(2): 98-97.

Suriadikarta, D. A., R. D. M. Simanungkalit. 2006. Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Winarni, E., R. D. Ratnani, I. Riwayati. 2013. Pengaruh jenis pupuk organik terhadap pertumbuhan tanaman kopi. Momentum. 9(1):35-39.

Most read articles by the same author(s)