Status Reproduksi Ternak dan Pelayanan Kesehatan Hewan Paska Penyakit Mulut dan Kuku di Kecamatan Jatinom Klaten

Livestock Reproduction Status and Animal Health Services After Foot and Mouth Disease in Jatinom District Klaten

Main Article Content

Freshinta Jellia Wibisono
Adhitya Yoppy Ro Candra
Roeswandono Wirjaatmadja

Abstract

ABSTRACT 

Foot and mouth disease is a disease that has a big impact on economic sector of livestock farmers. Foot-and-mouth disease outbreaks result in increased livestock deaths, decreased livestock production, body weight, and livestock reproductive health. Cattle are one of the livestock animals that support meat self-sufficiency and also included in the ruminant livestock group. It can convert low nutritional value feed into high nutritional value food. The meat demand continues increase over tim, thus it needs to be supported by an adequate increase in livestock population. The good reproductive status checks and adequate health services for livestock are needed to ensure the livestock population. This community service regarding the reproductive health status of livestock is important to provide education to the farmers. This community service targets livestock groups in Jatianom District, Klaten Regency. The results showed  the reproductive status of livestock in the Tani Makmur and Lembu Suro groups, were quite good. Implementation of communication, information and education on farmers' understanding of foot-and-mouth disease can be carried out as an effort to prevent and treat reproductive disorders in brooms with the aim of increasing pregnancy rates, reproductive performance and reducing livestock mortality rates.

Keywords: Animal health; Cattle; Disease

 

ABSTRAK

Penyakit mulut dan kuku merupakan penyakit yang memiliki dampak yang cukup besar pada peternak, terutama dibidang ekonomi. Wabah penyakit mulut dan kuku berdampak pada peningkatan kematian ternak, penurunan produksi ternak, penurunan berat badan, dan penurunan kesehatan reproduksi ternak. Ternak sapi merupakan salah satu hewan ternak yang dapat dipelihara secara intensif guna mendukung swasembada daging. Sapi juga termasuk kedalam kelompok ternak ruminansia yang dapat mengubah pakan yang memiliki nilai nutrisi rendah menjadi bahan pangan yang memiliki nilai nutrisi tinggi. Kebutuhan akan daging terus meningkat seiring berjalannya waktu sehingga perlu ditunjang dengan peningkatan populasi ternak yang memadai. Namun kebutuhan akan peningkatan populasi sapi perlu ditunjang dengan pemeriksaan status reproduksi yang baik serta pelayanan kesehatan yang memadai pada ternak. Sehingga pengabdian masyarakat mengenai status kesehatan reproduksi ternak, penting dilakukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat peternak. Pengabdian kepada masyarakat ini menyasar pada kelompok ternak yang berada di Kecamatan Jatianom, Kabupaten Klaten. Dari hasil pemeriksaan status reproduksi ternak pada kelompok Tani Makmur dan Lembu Suro menunjukkan hasil reproduksi yang cukup baik. Pelaksanaan komunikasi, informasi, dan edukasi pada pemahaman peternak terhadap penyakit mulut dan kuku dapat dilakukan sebagai upaya untuk pencegahan dan penanganan gangguan reproduksi pada sapi yang bertujuan dalam upaya peningkatan tingkat kebuntingan, performa reproduksi dan penurunan tingkat kematian ternak.

Kata kunci: Kesehatan hewan; Penyakit; Sapi

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Wibisono, F. J., Candra, A. Y. R. ., & Wirjaatmadja, R. . (2024). Status Reproduksi Ternak dan Pelayanan Kesehatan Hewan Paska Penyakit Mulut dan Kuku di Kecamatan Jatinom Klaten: Livestock Reproduction Status and Animal Health Services After Foot and Mouth Disease in Jatinom District Klaten. IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 18–24. Retrieved from https://journal.fapetunipa.ac.id/index.php/igkojei/article/view/442
Section
Articles
Author Biography

Freshinta Jellia Wibisono, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Surabaya, Indonesia

Departemen Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Wijaya Kusuma, Jl. Dukuh Kupang XXV No.54, Dukuh Kupang, Kec. Dukuhpakis, Kota SBY, Jawa Timur 60225

References

Budiyanto, A., Tophianong, T. C., Triguntoro, ., & Dewi, H. K. 2016. Bali cattle reproductive disorders of semi intensive management. Acta VETERINARIA Indonesiana, 4(1); 14-18.

https://doi.org/10.29244/avi.4.1.14-18

Danus, Mirajuddin, & Rusiyantono, Y. 2020. Identifikasi gangguan reproduksi pada pelaksanaan inseminasi buatan. Mitra Sains, 8(1); 19-31.

Febrianthoro, F., Hartono, M., & Suharyati, S. 2015. Factors that effect to conception rate of Bali cattles in pringsewu regency. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 3(4); 239-244.

Kartono, K., & Assauwab, M. H. 2023. Analisa pengaruh penyakit mulut dan kuku terhadap angka kelahiran dan kematian pedet sapi Aceh di Kecamatan Darul Hasanah Kabupaten Aceh Tenggara. Jurnal Agroplasma, 10(1); 277-282.

Muhami, M., & Haifan, M. 2019. Evaluation of bayur Slaughterhouse performance in tangerang city. Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi, 3(2); 200-208.

https://doi.org/10.31543/jii.v3i2.149

Pamungkas, P. A., Putra, P. D. P., Nugraha, G. W. A., Candrayani, P. P., Jesus, C. S. De, & Batan, I. W. 2023. Faktor-faktor risiko penyakit mulut dan kuku pada hewan pemamah biak (ruminansia ) kecil. Indonesia Medicus Veterinus, 12(1); 140-149.

https://doi.org/10.19087/imv.2023.12.1.140

Rohma, M. R., Zamzami, A., Utami, H. P., Karsyam, H. A., & Widianingrum, D. C. 2022. Kasus penyakit mulut dan kuku di Indonesia: epidemiologi, diagnosis penyakit, angka kejadian, dampak penyakit, dan pengendalian. Conference of Applied Animal Science Proceeding Series, 3(1); 15-22.

https://doi.org/10.25047/animpro.2022.331

Sambodo, P., Widayati, I., Nurhayati, D., Baaka, A., & Arizona, R. 2020. Pemeriksaan status kesehatan hewan kurban dalam situasi wabah Covid-19 di Kabupaten Manokwari. IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1); 7-13.

https://doi.org/10.46549/igkojei.v1i1.140

Sunarto, E., Nono, O. H., Lole, U. R., & Henuk, Y. L. 2016. Economic conditions of beef cattlemen households in small scale farm at Kupang district. Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), 18(1); 21-28.

https://doi.org/10.25077/jpi.18.1.21-28.2016

Supriyanto, 2016. Factors influencing the success of Artificial Insemination (AI) Program in beef cattle. Jurnal Triton, 7(2), 2085-3823.

Suriasih, K., Subagiana, W., & Linda Dolok, S. 2015. Performa reproduksi sapi perah Friesian Holstein (FH) pada generasi induk dan generasi keturunannya. In Diktat Kuliah Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, 1-104.

Sutiyono, S., Samsudewa, D., & Suryawijaya, A. 2018. Identification of reproductive disorders in female cattle at local farms. Jurnal Veteriner, 18(4); 580.

https://doi.org/10.19087/jveteriner.2017.18.4.580

Wahyudi, T., Noor, T. I., & Isyanto, A. Y. 2020. The strategy for developing the people's beef cattle business (case study on the sri rejeki utama group in kalapasawit village, lakbok sub-district, ciamis district). Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH, 8; 545-555.

Wibowo, F. C. P., Isnaini, N., & Wahjuningsih, S. 2016. Performan reproduksi sapi peranakan ongole dan sapi peranakan limousine di kecamatan Berbek kabupaten Nganjuk. Jurnal Ilmu Peternakan, 38(4); 1639-1642.

Wulandani, I. 2022. Case report Foot and Mouth Disease (FMD) in beef cattle in central Bangka regency, Bangka Belitung Islands Province. Vet Bio Clin J, 4(2); 66-74.

https://doi.org/10.21776/ub.VetBioClinJ.2022.004.02.4