Peningkatan fasilitas penangkaran penyu melalui pembuatan bak penangkaran, pondok wisata, dan media penyuluhan di Kampung Meinyumfoka Kabupaten Manokwari

Improvement of turtle captive breeding facilities through the construction of cultivation pond, gazebo, and extension media in Meiyunfoka Village, Manokwari Regency

Main Article Content

Ida Lapadi
Nurhani - Widiastuti
Fitriyah I. E. Saleh
Mudjirahayu
Bayu Pranata
Thomas F. Pattiasina
Emmanuel Manangkalangi
Vera Sabariah

Abstract

ABSTRACT 

Turtles are reptiles that spend most of their lives in marine waters and will return to land to release their eggs at the location where they were hatched. However, changes in land use that cause damage to coastal habitats, catching turtles on land and taking their eggs as well as the threat of predators can cause a decrease in turtle populations. One effort to overcome this is through hatchling breeding activities as was done in Meinyumfoka Village, Manokwari Regency. The objective of the activity is to support community-based conservation through the provision of supporting facilities and community awareness. This activity begins with a site survey, observation and assistance with needs in the captive area, analysis of material needs and costs, organizational activities, and realization of a work plan. This activity was carried out in November-December 2021 in Meinyumfoka Village. The results achieved were the availability of one hatchling hatchery facility measuring 300 cm x 170 cm x 60 cm, three posters for turtle conservation socialization media, and one tourist gazebo. The addition of facilities to the turtle hatchery ecotourism area is expected to bring economic benefits to the surrounding community and also provide benefits for turtle conservation. 

Keywords: Facilities; Hatchery; Meinyumfoka; Tourism; Turtle

 

ABSTRAK

Penyu merupakan reptil yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di perairan laut dan akan kembali ke daratan untuk melepaskan telur di lokasi dimana pernah ditetaskan. Namun, pergeseran fungsi lahan yang menyebabkan kerusakan habitat pantai, penangkapan penyu di darat dan pengambilan telur serta ancaman predator dapat menyebabkan terjadinya penurunan populasi penyu. Salah satu upaya mengatasi hal ini adalah melalui aktivitas penangkaran tukik sebagaimana yang dilakukan di Kampung Meinyumfoka Kabupaten Manokwari. Tujuan kegiatan yaitu mendukung konservasi penyu berbasis masyarakat melalui penyediaan sarana pendukung dan penyadaran masyarakat. Kegiatan ini dimulai dengan survey lokasi, observasi dan identifikasi kebutuhan di area penangkaran, analisis kebutuhan bahan dan biaya, organisasi kegiatan, dan realisasi rencana kerja. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan November-Desember 2021 di Kampung Meinyumfoka. Hasil yang dicapai yaitu tersedianya fasilitas bak penangkaran tukik berukuran 300 cm x 170 cm x 60 cm berjumlah satu buah, media sosialisasi konservasi penyu berupa poster sebanyak tiga buah, dan pondok wisata/gazebo sebanyak satu buah.  Penambahan fasilitas pada kawasan ekowisata penangkaran penyu ini diharapkan dapat mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar dan juga memberikan manfaat bagi konservasi penyu.

Kata kunci: Fasilitas; Meinyumfoka; Penangkaran; Penyu; Wisata

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Lapadi, I. ., Widiastuti, N. .-., Saleh , . F. I. E., Mudjirahayu, M., Pranata, B. ., Pattiasina, T. F. ., Manangkalangi, E. ., & Sabariah, V. . (2023). Peningkatan fasilitas penangkaran penyu melalui pembuatan bak penangkaran, pondok wisata, dan media penyuluhan di Kampung Meinyumfoka Kabupaten Manokwari: Improvement of turtle captive breeding facilities through the construction of cultivation pond, gazebo, and extension media in Meiyunfoka Village, Manokwari Regency. IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 104–111. https://doi.org/10.46549/igkojei.v4i2.380
Section
Articles
Author Biographies

Ida Lapadi, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Program Studi Budidaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Papua

Nurhani - Widiastuti, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Papua

 

Fitriyah I. E. Saleh , Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Papua

Mudjirahayu, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Papua

Bayu Pranata, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Program Studi Budidaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Papua

Thomas F. Pattiasina, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Papua

Emmanuel Manangkalangi, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Papua

Vera Sabariah, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Papua

References

Alfinda. 2017. Kawasan ekowisata penangkaran penyu di Desa Sebubus, Kabupaten Sambas. Jurnal online mahasiswa Arsitektur Universitas Tanjungpura. Volume 5 / Nomor 2 / September 2017.

Assa, A.A, G.P. Adirinekso, dan C. Wibisono. 2022. Conservation-Based Eco-Tourism Development at the Pangumbahan Beach Turtle Conservation Center, Indonesia. Journal of Positive School Psychology. 2022, Vol. 6, No. 4, 11398 - 11406.

Dalem, A.A.G.R., M. Antara, A.A.P.A. S. Wiranatha, dan S.A. Paturusi. 2021. Evaluation of Implementation of Turtle-Based Ecotourism that Is In Line with The Trihita Karanaat TCEC Serangan, Bali. Journal of Tourism and Hospitality Management. December 2021, Vol. 9, No. 2, pp. 10-19. https://doi.org/10.15640/jthm.v9n2a2

Dermawan, A. , I.N.S. Nuitja, D. Soedharma, M H. Halim, M.D. Kusrini, S.B. Lubis, R. Alhanif, M. Khazali, M. Murdiah, P. Lestari, Wahjuhardini, Setiabudiningsih, dan A. Mashar. 2009. Pedoman teknis pengelolaan konservasi penyu. Direktorat Konservasi dan Taman Nasional Laut, Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Departemen Kelautan dan Perikanan RI.

Kanghae, H, K. Thongprajukaew, S. Jatupornpitukhhcat, dan K. Kittiwanawong. 2016. Optimal-rearing density for head-startig green turtles (Chelonia mydas Linnaeus, 1758): optimal density of captive green turtles. Epub August 2016. Zoo Biology 35(5)454-461. DOI: https://doi.org/10.1002/zoo.21318

Kareth, A. 2021. Persepsi dan Partisipasi masyarakat terhadap pelestarian penyu di Kampung Mubraidiba dan Meinyunfoka Distrik Manokwari Utara Kabupaten Manokwari. Tesis. Program Studi Sumber Daya Akuatik. Program Pasca Sarjana. Universitas Papua.

Ottay, J.B. 2005. Pengaruh padat penebaran pada terhadap tukik penyu sisik Eretmochelis imbricata di Penangkaran Pulau Sepa Kepulauan Seribu Jakarta. Diploma Tesis Universitas Nasional.

Parinding, Z. 2021. Preferensi Habitat Persarangan Penyu di Kawasan Pulau Kecil. Cendekia : Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol 1. No. 2 Tahun 2021 (8-14). https://doi.org/10.51878/cendekia.v1i2.114

Pritchard, P. C. H. and J. A. Mortimer. 1999. Taxonomy, External Morphology, and Species Identification. In: Karen L. Eckert, Karen A. Bjorndal, F. Alberto Abreu G. and Marydele Donnelly (Eds). Research and Management Techniques for the Conservation of Sea Turtles. IUCN/SSC Marine Turtle Specialist Group Publ. No. 4. Washington, D.C.

San, T.C. 2021. Why do sea turtles return to the beach that they were hatched from? www.turtleconservationsociety.org. diakses tanggal 21 April 2023.

Semedi, B. 2020. Pengembangan wisata edukasi dan konservasi penyu berbasis masyarakat di Pantai Serang, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur (Buku Ajar). Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya 2020.

Suwena, I.K. dan I.G.N. Widyatmaja. 2017. Pengetahuan Dasar Ilmu Pariwisata. Pustaka Larasan. Denpasar Bali.

Tapilatu, R. 2017. The evaluation of nest relocation method as a conservation strategy for saving sea turtle populations in the North Coast of Manokwari-Papua Barat Province-Indonesia. Ecology, Environment and Conservation 23(4):1816-1825.