https://journal.fapetunipa.ac.id/index.php/igkojei/issue/feed IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2026-04-30T15:09:21+00:00 Evi Saragih igkojei@unipa.ac.id Open Journal Systems <p>This journal is a media to publicize all community service activities. This journal was first published in 2020. This journal was published 4 times a year, in January, April, Juli and October.</p> <p>We would like to inform you that the publication of Volume 5, Issue 2, was delayed due to unforeseen technical issues. Despite our team's best efforts to resolve these problems, the situation caused a delay in the publication schedule, and as a result, the publication could only be made on August 22, 2024. We apologize for any inconvenience this may have caused and thank you for your understanding and patience.</p> https://journal.fapetunipa.ac.id/index.php/igkojei/article/view/621 Pendampingan dan pelatihan pembuatan PGPR kepada petani tanaman hortikultura di kampung Kwau 2026-03-31T22:16:35+00:00 Reymas Ruimassa r.ruimassa@unipa.ac.id Nandini Ayuningtias r.ruimassa@unipa.ac.id Hayu S.P. Pribadi r.ruimassa@unipa.ac.id Nurlailah Nurlailah r.ruimassa@unipa.ac.id <p><strong><em>ABSTRACT</em></strong><strong> </strong></p> <p>Plant pests and diseases threaten horticultural production in Kwau, where farmers often rely on synthetic pesticides without adequate understanding of safe use, human and environmental risks, or pesticide resistance. This community engagement introduced plant growth promoting rhizobacteria (PGPR) as a biological approach to plant pest organisms, using local materials to lower cost and reduce travel to Manokwari for chemical purchases. Sessions at the Kwau village hall and a demonstration in a farmer’s garden delivered plain-language guidance on PGPR concepts, simple production, and safe application. Farmers participated actively and responded enthusiastically, indicating greater awareness of biological control and a practical entry point for using PGPR. Lasting benefits will depend on structured follow-up with farmers and local institutions.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Kwau; Mentoring; Organic; Plant disease; Rhizobacteria</p> <p> </p> <p><strong>ABSTRAK</strong><strong> </strong></p> <p>Hama dan penyakit tanaman mengancam usahatani hortikultura di Kampung Kwau; petani banyak memakai pestisida sintetis tanpa pemahaman memadai tentang pemakaian aman, risiko kesehatan dan lingkungan, serta resistensi. Pengabdian ini memperkenalkan <em>Plant Growth Promoting Rhizobacteria</em> (PGPR) sebagai alternatif hayati pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan memakai bahan lokal guna menekan biaya dan ketergantungan pada pembelian pestisida kimia di Manokwari. Pelatihan di Balai Kampung Kwau dilanjutkan demonstrasi di kebun petani dengan penyampaian bahasa sehari-hari tentang konsep PGPR, pembuatan sederhana, dan aplikasi aman. Peserta antusias dan aktif, menandakan peningkatan kesadaran pengendalian hayati dan titik awal praktik PGPR. Manfaat berkelanjutan bergantung pada pendampingan lanjutan bersama mitra setempat.</p> <p>Kata kunci: Kwau; Organik; Pendampingan; Penyakit tanaman; <em>Rhizobacteria</em></p> 2026-04-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Reymas Ruimassa https://journal.fapetunipa.ac.id/index.php/igkojei/article/view/635 Introduksi mesin pengolahan sagu untuk meningkatkan produksi pati di Kampung Sidey Makmur 2025-12-15T07:39:26+00:00 Risma U. Situngkir rismasitungkir21@gmail.com Darma Darma darmabond@gmail.com Reniana Reniana r.reniana@unipa.ac.id <p><strong><em>ABSTRACT</em></strong><strong> </strong></p> <p>Small-scale community-based sago processing in West Papua has high potential, but production at the household level remains limited due to manual processing practices. This community service program aimed to strengthen household sago processing capacity in Sidey Makmur Village, Sidey District, Manokwari Regency through the introduction of a semi-mechanical processing system using a cylinder-type rasping machine (variant-02), training, and on-site technical mentoring. Program performance was evaluated through direct observation of partner operation and production outcomes. The intervention reduced processing time to about 15.5 hours per tree (1 tree per 2 days), achieved rasping capacity of 490 kg/hour, and increased fresh sago starch production from 180 kg/week to 524 kg/week. The results indicate that appropriate technology transfer improves production efficiency, supports operational skill development among partners, and opens greater opportunities for local income improvement.</p> <p><strong>Keywords</strong>: community service; Manokwari Regency; sago starch; semi-mechanical processing; technology transfer</p> <p> </p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pengolahan sagu skala rumah tangga berbasis masyarakat di Papua Barat memiliki potensi besar, namun produktivitasnya masih terbatas karena proses yang dominan manual. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengolahan sagu di Kampung Sidey Makmur, Distrik Sidey, Kabupaten Manokwari melalui introduksi sistem pengolahan semi-mekanis menggunakan mesin pemarut tipe silinder varian-02, pelatihan, dan pendampingan teknis di lapangan. Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung terhadap pengoperasian mesin dan capaian produksi mitra. Hasil kegiatan menunjukkan waktu pengolahan sekitar 15,5 jam per pohon (1 pohon per 2 hari), kapasitas pemarutan 490 kg/jam, serta peningkatan produksi pati sagu segar dari 180 kg/minggu menjadi 524 kg/minggu. Kegiatan ini menunjukkan bahwa alih teknologi tepat guna dapat meningkatkan efisiensi proses, memperkuat keterampilan operasional mitra, dan membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Alih Teknologi; Kabupaten Manokwari; Pati Sagu; Pengabdian Masyarakat; Pengolahan Semi-Mekanis</p> 2026-04-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Risma Uli Situngkir, Ph.D, Mr https://journal.fapetunipa.ac.id/index.php/igkojei/article/view/620 Pelatihan peremajaan kakao berbasis grafting pada petani Mujir Aibone Ransiki Manokwari Selatan 2026-03-07T00:50:01+00:00 Antonius Suparno a.suparno@unipa.ac.id Trisday Parari t.parari@unipa.ac.id Saraswati Prabawardani s.prabawardani@unipa.ac.id Sutiharni Sutiharni sutihartini@unipa.ac.id Nouke L. Mawikere n.mawikere@unipa.ac.id Baso Daeng b.daeng@unipa.ac.id Alce I. Noya a.noya@unipa.ac.id Purbokurniawan Purbokurniawan purbokurniawan@unipa.ac.id Elda K. Paisey e.paisey@unipa.ac.id Ratna Ningsi r.ningsi@unipa.ac.id Zarima Wibawati z.wibawati@unipa.ac.id Nurlailah Nurlailah nurlailah@unipa.ac.id Darius Dare d.dare@unipa.ac.id Sudi Febrianto s.febrianto@unipa.ac.id Gabriella Litaay g.litaay@unipa.ac.id <p><strong><em>ABSTRACT </em></strong><strong> </strong></p> <p><em>Cocoa (Theobroma cacao L.) is an important plantation commodity in Indonesia, including West Papua, but its productivity at smallholder level remains low due to suboptimal crop management, use of low-performing planting materials, and aging trees. This community service program aimed to improve farmers' capacity to rejuvenate old cocoa stands through grafting techniques. The activity was conducted on July 17, 2025, in the cocoa field of a member of the Mujir Aibone farmer group, Ransiki, South Manokwari Regency, and implemented through short lectures, field demonstrations, and supervised hands-on practice of side and top grafting. The results showed high participation and strong enthusiasm among farmers, most of whom had no prior experience with grafting. Follow-up evaluation two weeks after training indicated an average grafting success rate of 80%, suggesting that this technique is feasible and promising for accelerating cocoa rejuvenation and supporting productivity improvement in smallholder plantations.</em><em> </em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Cocoa; Grafting; Productivity; Rejuvenation; Training</em></p> <p><em> </em></p> <p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p>Tanaman kakao (<em>Theobroma cacao</em> L.) merupakan komoditas perkebunan penting di dunia maupun Indonesia, termasuk Papua. Namun, produktivitas kakao rakyat masih relatif rendah akibat teknik budidaya yang belum optimal, penggunaan bahan tanam nonunggul, serta dominasi tanaman tua yang telah melewati masa produktif. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah peremajaan melalui teknik <em>grafting</em> dengan memanfaatkan entres dari varietas atau klon unggul nasional. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menerapkan sambung samping dan sambung pucuk pada tanaman kakao dewasa untuk mempercepat peremajaan kebun. Metode pelaksanaan meliputi ceramah singkat, demonstrasi lapang, dan praktik langsung di kebun petani. Kegiatan dilaksanakan pada 17 Juli 2025 di kebun anggota Kelompok Tani Mujir Aibone, Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, Provinsi Papua Barat. Hasil pengabdian menunjukkan minat dan partisipasi petani yang tinggi, serta peningkatan kemampuan peserta dalam mempraktikkan teknik sambung samping dan sambung pucuk.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: Grafting; Kakao; Pelatihan; Peremajaan; Produktivitas</p> 2026-04-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Trisday Parari, antonius Suparno; saraswati Prabawardani; Sutihartini, Nouke Lenda Mawikere, Baso Daeng, Alce Ilona Noya, Purbokurniawan, Elda Kritiani Paisey, Ratna Ningsi, Zarima Wibawati, Nurlailah, Darius Dare, Sudi Febrianto, Gabriella Litaay https://journal.fapetunipa.ac.id/index.php/igkojei/article/view/667 Pemberdayaan remaja putri melalui program holistik yoga modifikasi untuk peningkatan kesejahteraan biopsikososial 2026-04-08T02:18:54+00:00 Lia D. Prafitri L02Prafitri@gmail.com Wahyu Ersila L02Prafitri@gmail.com Nur Chabibah L02Prafitri@gmail.com Lailatun Nashiroh L02Prafitri@gmail.com Sabrina S. Nada L02Prafitri@gmail.com <p><strong><em>ABSTRACT</em></strong><strong> </strong></p> <p><em>Adolescence is recognized as a critical developmental phase characterized by rapid biological, psychological, and social changes. Adolescent girls living in orphanages are identified as experiencing multiple vulnerabilities, including limited access to reproductive health services, low nutritional knowledge, elevated levels of stress and anxiety, and restricted social skills. These conditions are considered to require holistic and participatory empowerment interventions. The program was developed as a science- and technology-based empowerment model in which nutrition and reproductive health education, modified yoga practice, peer group strengthening through role-play, and life skills training were integrated. This Community Service Program was conducted over eight months at Aisyiyah Putri Orphanage in Pekajangan, Pekalongan Regency, and involved 20 adolescent girls aged 13–18 years. The intervention was implemented through Focus Group Discussions (FGDs), educational sessions, demonstrations, yoga practice delivered by a certified instructor, mentoring activities, and pre–post evaluations using a validated and reliable questionnaire (α = 0.72). Significant improvements in knowledge were observed, with mean scores increasing from 62.5 to 78.4. Reductions in stress levels (20.1 to 14.8) and anxiety (from 18.2 to 12.7), were also recorded, while psychosocial scores were found to improve from 65.7 to 75.2. These findings indicate that a participatory communication approach integrating health education, modified yoga, and peer group activities is effective in strengthening adolescents’ holistic capacities. The program is considered a relevant biopsychosocial empowerment model for orphanage settings and is regarded as having strong potential for sustainability through institutional support and digital-based monitoring systems.</em><em> </em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Adolescent girls; Biopsychosocial well-being; Health education; Modified yoga; Peer group</em></p> <p><em> </em></p> <p><strong>ABSTRAK</strong><strong> </strong></p> <p>Masa remaja merupakan fase perkembangan kritis yang ditandai perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang cepat. Remaja putri di panti asuhan menghadapi kerentanan ganda, meliputi keterbatasan akses kesehatan reproduksi, rendahnya pengetahuan gizi, masalah psikologis seperti stres dan kecemasan, serta keterbatasan keterampilan sosial. Kondisi tersebut menuntut intervensi pemberdayaan yang holistik dan partisipatif. Program dikembangkan sebagai model pemberdayaan berbasis IPTEKS yang mengintegrasikan edukasi gizi dan kesehatan reproduksi, praktik yoga modifikasi, penguatan peer group melalui role play, serta pelatihan life skills. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan selama delapan bulan di Panti Asuhan Putri Aisyiyah Pekajangan Kabupaten Pekalongan dengan melibatkan 20 remaja putri usia 13–18 tahun. Metode yang digunakan meliputi Focus Group Discussion (FGD), edukasi, demonstrasi, praktik yoga oleh instruktur bersertifikat, pendampingan, serta evaluasi pre–post menggunakan kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya (α = 0,72). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan (mean pre-test 62,5 menjadi 78,4), penurunan tingkat stres (20,1 menjadi 14,8) dan kecemasan (18,2 menjadi 12,7), serta peningkatan aspek psikososial (65,7 menjadi 75,2). Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan komunikasi partisipatif melalui integrasi edukasi kesehatan, yoga modifikasi, dan peer group efektif meningkatkan kapasitas remaja putri secara holistik. Program terbukti relevan sebagai model komunikasi pemberdayaan remaja berbasis pendekatan biopsikososial di lingkungan panti asuhan. Program ini berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperkuat peran pengelola panti dan integrasi media digital untuk mendukung monitoring serta dampak jangka panjang.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Biopsikososial; Edukasi Kesehatan; Peer Group; Remaja Putri; Yoga Modifikasi</p> 2026-04-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Lia D. Prafitri, Wahyu Ersila, Nur Chabibah, Lailatun Nashiroh, Sabrina S. Nada https://journal.fapetunipa.ac.id/index.php/igkojei/article/view/648 Meningkatkan keterampilan dengan pelatihan desain poster digital menggunakan canva 2026-04-28T12:05:41+00:00 Diah Nurlaila d.nurlaila@unipa.ac.id Fitryanti Pakiding f.pakiding@unipa.ac.id <div> <p><strong><em>ABSTRACT</em></strong><strong> </strong></p> <p><em>The increasing need for visual communication skills in higher education requires students to be able to produce informative and attractive digital posters, yet many students still have limited design competence. This community service program aimed to improve the digital poster design skills of students at the Faculty of Agricultural Technology, University of Papua, through Canva-based training. The activity was conducted in three stages, namely conceptual briefing, guided tutorial, and independent practice with direct mentoring. Program evaluation used a descriptive approach through observation sheets and a poster assessment rubric covering visual composition, text readability, color suitability, layout, and design export ability. The program was implemented effectively with the active participation of 25 students, and the results showed qualitative improvement in participants' poster outputs based on the observed indicators. This training model demonstrates potential for strengthening students' applied design competence and can be continued as a follow-up digital skills development program.</em><em> </em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Canva Training; Digital Poster Design; Practical Training; Student Design Skills; Visual Communication</em></p> <p> </p> <p><strong>ABSTRAK</strong><strong> </strong></p> <p>Peningkatan kebutuhan komunikasi visual di perguruan tinggi menuntut mahasiswa mampu menghasilkan poster digital yang informatif dan menarik, namun sebagian mahasiswa masih memiliki keterampilan desain yang terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan keterampilan desain poster digital mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Papua melalui pelatihan berbasis Canva. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam tiga tahap, yaitu penyampaian konsep, tutorial terstruktur, dan praktik mandiri dengan pendampingan langsung. Evaluasi program menggunakan pendekatan deskriptif melalui lembar observasi dan rubrik penilaian poster yang mencakup komposisi visual, keterbacaan teks, kesesuaian warna, tata letak, serta kemampuan ekspor desain. Kegiatan terlaksana dengan baik dengan partisipasi aktif 25 mahasiswa, dan hasil menunjukkan peningkatan kualitas luaran poster peserta secara kualitatif berdasarkan indikator yang diamati. Model pelatihan ini berpotensi memperkuat kompetensi desain aplikatif mahasiswa serta dapat dikembangkan sebagai program lanjutan peningkatan keterampilan digital.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Desain Grafis; Desain Poster Digital; Keterampilan Desain; Komunikasi Visual; Pelatihan Canva</p> </div> 2026-04-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Diah Nurlaila, Fitryanti Pakiding